Tampilkan postingan dengan label Religious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religious. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Allah Tahu dan Allah Sayang

Salah satu petikan dialog Imam Ghazali dengan para muridnya, 

Imam : " Hal apa yang menutut kalian, terasa paling ringan di dunia ini?"

Murid : " Segala hal yang mampu kami angkat dengan kedua tangan kami, atau bahkan mampu kami angkat dengan satu telunjuk kami saja"

Imam : " Kalian benar, tetapi bukan itu jawaban yang aku inginkan. Hal yang paling ringan di dunia ini adalah, meninggalkan shalat."

ya, beribadah kepada Allah selalu dianggap sepele oleh kebanyakan orang (muslim), seperti perkara shalat wajib, Berpuasa, dan berbagai bentuk ibadah lainnya. Saya dan kebanyakan orang lainnya, selalu lupa akan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dikerjakan, kita dibuat lupa oleh perkara-perkara duniawi. Sedangkan Allah mengatakan dengan jelas, bahwa tujuan manusia dan jin diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Spektrum kata beribadah memang luas, tetapi ada perkara yang sudah jelas dan diatur dalam syariat, mengenai ritual peribadatan, yang harus seorang muslim kerjakan. Hal yang sudah jelas diatur saja kita sering melupakan dan melalaikannya, apalagi hal-hal yang masuk dalam jangkauan spektrum ibadah yang lebih luas lagi. 

Allah tidak pernah tidur dan lelah mengurus semua makhluk-Nya. Allah tahu apa yang kita kerjakan, Allah tahu apa yang terjadi pada kita dan Allah juga tidak berdiam ketika kita menjauh dari-Nya. Allah selalu hadir ketika kita lupa, dengan berbagai cara-Nya. Cara yang kerap paling efektif adalah, membuat kita kesusahan, membuat kita sadar bahwa, tidak ada yang lebih kuat dan lebih luas kekuasaan-Nya, kecuali Allah. Kita akan dibuat datang kepada-Nya dengan kesadaran bahwa diri kita lemah dan hanya Allah-lah yang mampu menolong kita, hanya Allah, yang bisa menjadi sandaran kita. 

Kita pun mulai mendekat kepada Allah, kita memohon kepadanya, kita jalankan segala ritual peribadatan, yang awalnya memang bertujuan untuk memohon dikeluarkan dari permasalahan yang sedang dihadapi. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi, pertama kita akan mendapat apa yang menjadi hajat kita, bahkan mungkin kita akan mendapat lebih. Kemungkinan yang kedua, dan saya yakin kemungkinan ini yang kerap terjadi, Allah akan menunda mengabulkan hajat kita, sampai waktu yang menurut kita sangat lama, ini adalah bentuk ujian dari Allah sekaligus bentuk rasa sayang-Nya kepada kita. Penundaan Allah atas hajat kita, adalah bentuk ujian keimanan dan kesabaran kita, apabila iman dan kesabaran kita tidak kuat maka bisa saja kita malah berprasangka buruk kepada Allah, dan malah mendurhakai-Nya, oleh karena itu mari kita lihat dari sisi bahwa Allah sayang kepada kita. 

Allah tahu bahwa manusia memiliki kecenderungan lupa kepada-Nya ketika merasa senang, maka Allah melakukan penundaan, supaya kita selalu dekat dengan-Nya, selalu memohon kepadanya, karena Allah sangat menyenangi hamba-hambanya yang selalu datang dan memohon hanya kepada-Nya. yakinlah bahwa Allah, akan menjawab segala permohonan kita. Apabila terasa doa kita tidak kunjung terkabul, jangan pernah berhenti berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah, kuat lah, sabar lah. Seiring berjalannya waktu, dengan kesabaran kita dan keteguhan iman, kita akan tersadar bahwa permohonan kita bukanlah hal yang penting lagi, yang menjadi penting adalah kedekatan kita kepada Allah, dan ketika kita sudah benar-benar memasrahkan segala urusan kita, maka Allah akan menyambut kita dengan kelapangan. Permasalahan kita akan terangkat, bahkan segala urusan kita akan menjadi mudah. Ingatlah bahwa Allah tahu dan Allah Sayang. 

Rabu, 26 Desember 2012

Sorrow

Sebagai manusia yang hidup dalam kehidupan di dunia ini pasti pernah merasakan senang dan sedih. Senang dan sedih sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia, apabila tidak ada senang manusia tidak tahu rasanya sedih, begitu pula sebaliknya, apa benar seperti itu ? ya bisa benar, bisa juga tidak, tergantung manusia ingin melihatnya dengan cara apa. Pada umumnya pasti manusia ingin menggapai kesenangan dalam kehidupan ini, pada umumnya tidak ada manusia yang mau menjalani kehidupan dalam kesusahan. Usaha-usaha yang dilakukan manusia pasti berujung pada harapan akan kesenangan. Namun apabila kita lihat, dalam kehidupan ini ada manusia yang lahir sudah dalam gelimang kesenangan, dan ada juga manusia yang dari lahir sampai berakhir masa hidupnya selalu berada dalam kesusahan. Apa yang kita lihat dari permukaan itu memang masih bisa dipertanyakan, karena yang menjalani dan merasakan apa itu susah dan senang hanya orang yang bersangkutan. Intinya dalam kehidupan ini manusia tidak akan pernah lepas dari apa itu hal baik dan hal buruk. 

Saya memiliki pandangan tertentu mengenai hal ini. Pandangan saya ini dilatar belakangi oleh pengetahuan saya sebagai seorang penganut agama Islam (saya bukan seorang ahli agama), setidaknya pemikiran yang akan saya ungkapkan ini tidak akan terlepas dari apa yang sudah saya ketahui dan dapatkan selama saya menjadi seorang muslim. Preposisi saya adalah, manusia terlahir dalam kehidupan di dunia saat sekarang ini memang untuk menjadi susah. Turunnya Adam a.s. dan Siti Hawa ke dunia merupakan sebuah bentuk hukuman yang diterapkan Allah kepada mereka, atas suatu kesalahan. Kehidupan di dunia kemudian, dapat dianggap sebagai tempat penebusan dosa atau tempat penghukuman yang apabila manusia berhasil melewati masa hukuman itu maka manusia akan mendapatkan pembalasan yang baik, dan apabila manusia tidak berhasil melewati itu, maka dianggap sebagai manusia yang tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan, dan malah semakin menjadi-jadi dalam melakukan kedurhakaan, maka akan mendapat penghukuman yang lebih berat dan tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan mereka. Dalam hal ini kemudian dikenal lah apa itu surga dan neraka, serta konsepsi kehidupan setelah mati yang kekal.

Bentuk esensi kehidupan, dimana dunia adalah tempat penebusan dosa, bisa dikatakan adalah kesusahan atau penderitaan. Analogi sederhananya, apakah ada tempat penebusan dosa atau penghukuman itu merupakan tempat yang menyenangkan. Jadi dalam konsep pemikiran saya, untuk susah atau untuk menderita lah esensi dari keberadaan manusia di dunia ini. cobaan sesungguhnya dalam kehidupan ini adalah kesenangan. kenapa saya berpikir demikian, saya melihat dan merasakan bahwa dan pasti kebanyakan orang juga merasakannya, aturan-aturan Tuhan itu cenderung mensupresi kesenangan, banyak pertanyaan-pertanyaan awam muncul, "kenapa sih semua yang dilarang Tuhan itu hal-hal yang menyenangkan?" (setidaknya yang dianggap menyenangkan di dunia ini), dan jawaban yang muncul pasti "Tuhan memberikan perintah dan larangan pasti ada alasannya, dan pasti itu untuk kebaikan kita" dan banyak sekali kemudian muncul upaya rasionalisasi berbagai perintah dan larangan Tuhan, setidaknya untuk memberikan pemahaman kepada umat dengan pendekatan yang dapat dieterima oleh umat.

Saya sedang tidak berupaya untuk mempertanyakan, menyangkal atau mengeluhkan ketentuan Tuhan, saya hanya ingin mengungkapakan pemikiran saya saja. Baik saya lanjutkan lagi, dalam Islam juga ada konsep zuhud (akan ada banyak definisi dan pemahaman mengenai konsep ini ), apa yang saya pahami dalam konsep ini adalah bahwa manusia lebih baik hidup dalam kesederhanaan, tidak dalam kesenangan yang berlebihan, dalam konsep ini dapat dilihat bahwa lagi-lagi manusia lebih dianjurkan untuk menekan kesenangan, lebih baik manusia hidup dalam kesederhanaan, yang menurut penilaian sebagian masyarakat awam, kehidupan sederhana adalah kehidupan yang susah, saya tidak akan menyangkal ada orang yang akan menilai kesederhanaan bukanlah bentuk kesusahan, tapi pandangan terakhir itu saya kira hanya dianut oleh sebagian kecil orang. Tapi saya yakin ada kesadaran pada pelaku zuhud bahwa, kehidupan sederhana merupakan kehidupan yang tidak menyenangkan dan mereka harus menerimanya dengan ihklas demi memperoleh kesenangan yang lebih hakiki.

Dapat kita lihat muncul satu konsep lagi yang disebut ikhlas, ikhlas secara sederhana dapat diartikan sebagai bentuk kerelaan atau menerima kondisi yang dianggap oleh diri sebagai kondisi yang tidak menyenangkan. Dalam agama, ikhlas merupakan hal yang baik, jadi manusia di dunia ini memang hidup untuk susah dan diperintahkan untuk menerima penderitaan itu dengan kerelaan, supaya nanti di kehidupan setelah mati mendapatkan kesenangan yang sesungguhnya. Satu lagi hal yang bagi sebagian besar manusia enggan untuk melakukannya karena menganggap kegiatan ini tidak menyenagkan tetapi diperintahkan oleh Tuhan, yakni melakukan ritual peribadatan, salah satu ujian sabar terberat manusia adalah ketika menjalani ritual peribadatan. Shalat contohnya, padahal shalat kalau dipikir-pikir merupakan kegiatan yang sederhana dan tidak memerlukan waktu dan energi yang besar, tetapi kenapa masih banyak orang yang merasa berat melakukannya, Shalat bagi sebagian orang dianggap sebagai beban (entah bebannya itu ada dimana). 

Jadi apakah manusia di dunia ini tidak boleh merasakan kesenangan ? tentu saja boleh, bahkan Allah menjamin itu, tetapi Allah juga selalu mengingatkan bahwa jangan bersenang-senang terlalu berlebihan hingga lupa kepadaNya. Saya lebih menganggap kesenangan dalam kehidupan merupakan sebuah keringanan dari Allah, kepada manusia yang tengah menjalani masa penebusan dosa, maka kita diperintahkan untuk bersyukur/berterima kasih atas kebaikan yang diberikan Allah dan selalu diingatkan apa sebetulnya esensi manusia hidup di dunia ini. Melakukan kebaikan, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Apabila kita lihat perilaku baik dan menjadi orang yang bermanfaat yang diajarkan oleh agama merupakan sesuatu yang sebetulnya bagi individu merupakan hal yang tidak menyenangkan. Bersedekah misalnya, secara naluriah, ego manusia untuk menggapai kesenangan itu besar, kepemilikan pribadi selalu menjadi hal yang dikejar oleh manusia, yang membuat manusia merasakan kesenangannya, tetapi agama mengajarkan umatnya untuk bersedekah, memberikan sesuatu yang dicintainya untuk orang lain yang lebih membutuhkan, ini merupakan bentuk pengorbanan yang tidak menyenangkan, dan manusia diperintahkan untuk menerima ketidaknyamanan itu dengan ikhlas, dengan perasaan rela, internalisasi konsep ini begitu kuat sehingga sudah dieterima sebagai konsep kebaikan. kita bisa lihat kebaikan itu muncul dari kerelaan atas penderitaan. Saya melihat ini menjadi sebuah fakta, yang tidak untuk disangkal, tetapi lebih kepada sesuatu yang harus dijalani dengan keterbukaan pikiran dan hati. 

Senin, 10 September 2012

Mistifikasi Alam

Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Setidaknya hampir semua landscape panorama alam Indonesia memilikinya, dari panorama laut, danau, pegunungan, hutan, savana dll, kucuali gurun yang Indonesia tidak memilikinya. Keindahan alam yang Indonesia miliki tidak terlepas juga dari mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, yang mana ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi yang mengakar di masyarakat. Banyak kisah-kisah misteri, mitos, dan legenda yang melingkupi sebuah kawasan alam tertentu, seperti gunung, laut, dsb. Kisah-kisah ini berkembang dan meluas di kalangan masyarakat tidak hanya secara kuantitatif, namun juga kualitatif. Artinya, pemaknaan kisah-kisah itu yang diterima oleh masyarakat juga berkembang. mitos dan legenda muncul adalah sebagai sebuah refleksi spiritualitas masyarakat. sebagai pengungkapan rasa "syahdu" akan lingkungan sekitarnya, akan pengalaman-pengalaman yang bersifat adi kodrati. Artinya ada semacam keterhubungan antara manusia dengan alamnya.
kisah-kisah yang berkembang yang berkaitan dengan makhluk halus dan alam sekarang ini sudah lebih dimaknai sebagai sesuatu yang menakutkan. sebagai seorang muslim saya percaya bahwa ada kehidupan lain yang berada bersama kita, hanya saja kita tidak dapat berinteraksi secara langsung, dan memang tidak seharusnya kita berinteraksi dengan mereka. setidaknya saya memahami bahwa Allah menciptakan manusia dan jin berada di dalam satu alam semesta ini, keduanya baik manusia maupun jin adalah bagian dari keseluruhan alam semesta ini. alam semesta ini bisa dikatakan sempurna dan lengkap apabila kita merasa bagian dari semua yang ada, termasuk jin. kisah-kisah yang berkembang, mengarahkan kita untuk melakukan penyangkalan akan adanya makhluk tersebut. cerita-cerita pengalaman orang yang diganganggu oleh keberadaan makhluk halus di suatu tempat dimankanai sebagai sebuah pertentangan antara manusia dan makhluk halus. kan bisa saja kita maknai peristiwa tersebut sebagai hasil reaksi dari suatu aksi. bisa saja yang terjadi justru manusialah yang kurang menghargai keberadaan makhluk halus tersebut, jangankan makhluk halus, manusia saja apabila tidak menghargai manusia pasti akan tersinggung bukan. memang dalam Al-Quran sendiri manusia dipertentangkan dengan syaitan. tapi ketahuilah bahwa syaitan berbeda dengan jin, syaitan adalah kata sifat yang menggambarkan pada perilaku yang buruk, yang menghasut kepada keburukan, jadi syaitan bisa dari golongan jin maupun manusia. intinya yang ingin saya sampaikan disini adalah, selama ini alam liar seperti hutan, gunung, laut selalu tidak terlepas dari kisah-kisah mistis yang melingkupinya, kisah-kisah seperti itu sudah sangat menyesatkan, kita jadi cenderung mengkeramatkan secara negatif dan menyikapinya dengan rasa takut. yang seharusnya kita rasakan ketika kita berada di tengah-tengahnya adalah "kekramatan" yang syahdu, bahwa kesemua yang ada dalam alam liar itu merupakan bagian dari kemurnian alam semesta kita. alam liar seperti hutan merupakan refleksi kemurnian alam, dimana kita dapat merasakan udaranya, tanahnya, daun-daunnya dan setiap penghuni yang ada di dalamnya, ada suatu bentuk keindahan spiritual menyatu dengan alam semesta, the mother of nature. bukan kemudian kita malah merasa takut dan cekam. selama kita dapat menerimanya, dan menghargai sesama makhluk Allah, niscaya tidak akan terjadi sesuatu yang buruk. selama kita berserah kepada Allah, salah satu keberserahan diri kita yang menyatu dengan alam. 

Sabtu, 16 Juni 2012

Renungan 2012

Manusia hidup dalam suatu kehidupan yang terus bergerak. Konsepsi ruang dan waktu tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia. Suatu perjalanan selalu meninggalkan apa yang sudah terlewat di belakang, dan di saat yang sama telah menunggu sebuah jalan yang harus ditapaki. Jalan itu bukanlah jalan yang kosong, banyak hal yang menghiasi dan meramaikannya. Apa yang menunggu di sana ada yang berupa kesenangan tentu pula ada yang berupa kemalangan. Apapun yang ada di sana, saya harus tetap terus berjalan. 
Di titik dimana saya berada sekarang, saya bersyukur, telah diberikan kesempatan untuk hidup, menjalani kehidupan ini dengan penuh berkah dan nikmat. Sudah banyak sekali hal yang saya dapatkan dalam perjalanan saya selama 23 tahun. Pengetahuan adalah anugerah yang sangat berarti bagi saya. Allah telah memberikan saya akal dan hati untuk digunakan mempelajari apa yang saya temui dalam setiap langkah perjalanan kehidupan saya hingga saat ini. Pelajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan, membuat saya semakin merasa terberkahi, membuat saya semakin sadar bahwa saya hanyalah makhluk kecil tak berdaya yang hidup di jagat maha luas. Saya sungguh merasa beruntung mendapatkan nikmat pengetahuan tersebut, yang saya sadar itu bahkan tidak lebih besar dari setitik neutron dalam atom. Jalan yang akan saya hadapi selanjutnya merupakan sebuah keniscayaan, namun apa yang menjadi pernik dan hiasannya masihlah rahasia dan misteri Tuhan, saya hanya harus menapakinya saja. Meski demikian saya percaya bahwa apa yang akan muncul menjadi pernik perjalanan saya itu juga bergantung pada apa yang saya pikirkan dan saya inginkan pada saat ini. Apa yang menjadi harapan saya adalah di setiap langkah perjalanan saya, saya akan terus mendapatkan pengetahuan baru yang mendekatkan saya pada Tuhan, keluarga, sahabat, teman dan masyarakat. Saya ingin perjalanan saya dimeriahkan dan diramaikan oleh tawa-tawa, senyuman, dan tangis bahagia orang-orang disekitar saya. Saya ingin menjadi sosok yang selalu membawa dampak positif. Saya ingin setiap dimana saya berdiri dan setiap langkah saya dalam jalan tersebut dapat meniggalkan atau bertumbuhan rumput-rumput hijau, bunga-bunga harum penuh warna, dan pepohonan yang meneduhkan bagi orang-orang yang perjalanannya bersama dengan saya atau untuk yang masih ada di belakang saya. Saya percaya bahwa setiap ada aksi pasti ada reaksi. Energi positif yang ingin saya tebarkan, kelak pasti kembali pada saya. Saya tidak tahu apakah jalan saya itu masih panjang atau tidak, yang saya tahu bahwa tidak ada sebuah akhir untuk perbuatan baik. Itulah yang menjadi doa dan harapan saya. 

Senin, 21 Mei 2012

Sejarah Tuhan

Beberapa waktu terakhir ini saya sedang membaca buku yang di tulis oleh Karen Armstrong yang judulnya dalam versi Indonesia adalah Sejarah Tuhan. Bukunya cukup tebal (hampir semua buku tulisan Armstrong yang saya temui cukup tebal). Saya sangat tertarik dengan cover bukunya ketika saya melihatnya untuk pertama kalinya. Latar belakangnya hitam, dan terdapat simbol-simbol agama samawi yang ada di dunia. yang terbersit dalam pikiran saya untuk pertama kalinya melihat judul buku itu adalah "bagaimana mungkin Tuhan punya perjalanan sejarah, Tuhan adalah sejarah itu sendiri". Kerena tertarik dengan cover bukunya (sebagian besar alasan kenapa saya membeli sebuah buku adalah karena saya tertarik dengan covernya, bahkan buku tulis sekalipun), saya pun membelinya, tentu saya juga penasaran dengan apa yang ditulis Armstrong dalam buku ini, karena saya tahu tulisan Armstrong bukanlah sebuah tulisan kosong belaka, setidaknya Armstrong telah melakukan riset mengenai apa yang ditulisnya, dan menurut pengalaman saya pada buku tulisan Armstrong yang saya baca sebelumnya - Perang Suci- Armstrong benar-benar menyajikan narasi yang menarik dan panjang tentunya, serta cukup detail. singkat cerita saya pun mulai membaca buku yang cukup tebal ini, dari apa yang saya tangkap pada pembacaan yang baru sampai bab 5, Armstrong ingin menjelaskan mengenai perjalanan "eksistensi" tuhan dalam kehidupan manusia, mulai dari masa pra-sejarah bagaimana manusia mulai menciptakan atau mengkonsepsikan sebuah kekuatan adikodrati di luar eksistensi dirinya, sesuatu kekuatan yang tak terjamah dan memberikan kehidupan dan kebinasaan, sampai munculnya tuhan dalam konsep yang lebih terlembagakan dalam bentuk agama. lebih khusus adalah agama samawi, Islam, Yahudi dan Kristen. seperti biasa Karen Armstrong menyajikan narasi yang cukup mendetail dan terkesan bertele-tele namun Armstrong menyajikan sebuah informasi yang cukup lengkap dengan sudut pandang yang mudah diterima, terutama ketika Armstrong menceritakan mengenai konsep-konsep yang berbau spritualitas dalam suatu agama. setidaknya dengan informasi yang diberikannya kita dapat memperoleh pemahaman baru dalam memandang agama yang kita anut. saya belum selesai membacanya, namun ternyata ada versi video yang mungkin dapat memberikan gambaran informasi mengenai apa yang ditulis Armstrong dalam bukunya ini, dan saya yakin melalui audio visual sebuah pesan akan labih mudah diterima (setidaknya ini berlaku untuk saya), baik, tidak usah panjang lebar lagi selamat menyaksikan. saran saya, bacalah bukunya juga.  

Jumat, 11 Mei 2012

Jalinan Kasih


Baik, sekarang saatnya saya untuk meracaukan sesuatu hal yang mungkin bisa dikatakan tidak terlalu penting tetapi kadangkala racauan ini patut untuk direnungkan untuk diri sendiri ;P
Sudah sekian lama saya memikirkan hal ini, sampai-sampai saya menulis beberapa tulisan ngalor-ngidul ga jelas yang membahas tentang ini. pertama yaitu, apa sebenarnya perasaan cinta itu. hingga saat ini saya belum dapat mengerti dan merasakan what is true love mean, oke mungkin dalam hubungan antara manusia yang saling mengenal I mean family relationship cinta mungkin suatu perwujudan rasa kasih dan sayang yang menghasilkan suatu energi positif bagi diri dan orang yang kita sayangi, it's such an explicit things I guest. tapi yang jadi pertanyaan saya adalah perasaan cinta yang dialami oleh dua insan manusia yang berlainan jenis dan memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. sampai detik ini saya belum dapat memastikan apa yang sebenanya saya rasakan terkait dengan masalah ini. My first wishes are, to find what is true love mean ? and I belieave it'll come straightly and I'll know it when it comes. 
pertanyaan kedua adalah seberapa besarkah kemampuan manusia untuk mewujudkan keinginannya, hanya dengan mendaya gunakan semua kekuatan pikiran positifnya. dalam sanubari terdalam saya percaya bahwa selama kebaikan melingkupi diri maka segala pemikiran yang tak mungkin sekalipun dapat terwujud. Insha ALLAH. so keep think positive whathever it takes, just dream and ask then it'll be given. It's my second wishes any way ;)
pertanyaan ketiga adalah, seberapa besarkah lengan Tuhan jika Dia ingin memeluk hambanya ? disetiap perjalanan insan manusia pasti ada saat-saat dimana dia merasakan dingin dan kehampaan dalam dirinya. mungkin dia bisa saja mengisi kehampaan itu dengan berbagai cara yang dia temukan di dunia, tapi ketika dia sendiri kekosongan dan dingin itu selalu kembali dan merasuk dalam jiwa dan raga. dan sesungguhnya manusia tidak pernah sendiri karena Tuhan selalu ada dan rela menghabiskan waktu bersama dengan kita. saya percaya akan hal ini, kapanpun kita membutuhkannya, Tuhan selalu membuka lengannya untuk merengkuh diri kita, mengisi kekosongan dan memberi kehangatan dalam setiap langkah dalam hidup ini. permohonan saya yang ketiga adalah, bisa berada dalam pelukan Tuhan diamanapun berada dan kapanpun saya ada, because God never sleep . . . 
penuhi hidup ini dengan Berkah dan kasih Allah, tak satupun di dunia ini yang luput dari perhatiannya. bagikan semua kebahagian di dunia ini, dengan selalu memberikan kasih dan sayang pada setiap makhluk-Nya. 

Selasa, 08 Mei 2012

Believe in Allah


Salah satu ilmu yang mendasar dalam ajaran agama Islam adalah ilmu Tauhid, ilmu mengenai sifat keesaan Tuhan, bahwa tiada Tuhan selain Allah. ini lah yang menjadi dasar baik Islam ataupun kehidupan makhlukNya. saya bukanlah ahli agama, saya bukan alim ulama yang memiliki pemahaman yang dalam mengenai hukum-hukum Allah, saya hanya manusia biasa yang ingin menapaki sebuah jalan, yang menginginkan sebuah pemahaman. terkait dengan ketauhidan, apa yang saya pahami tentang ketauhidan adalah bahwa Allah adalah Tuhan saya yang satu, saya tidak boleh menyekutukannya, dan saya hanya boleh mempercayakan, menyandarkan, dan mengembalikan segala urusan kepada Allah semata. kemudian saya mendapatkan sebuah ilmu yang saya serap dari ucapan salah seorang yang berilmu bahwa, kandungan keesaan Allah adalah bahwa, segala kekuasaan ada di tangan Allah, bahwa semua yang ada di bumi dan langit, dunia dan akhirat merupakan milikNya semata. 
begitu besar kekuasaan Allah, hingga kita diperintahkan memohon hanya kepada Allah, karena hanya Allah yang dapat mewujudkannya. tapi seberapa besar tingkat kepercayaan kita terhadap Allah. saya coba membuat ilustrasi, suatu ketika badrul pergi ke pasar untuk membeli ikan gurami, ikan gurami yang ada di pasar kisaran harganya dari 30-45 ribu per ekor, badrul akan membeli dua ekor dan badrul memiliki uang dikantongnya sebesar 150 ribu. dengan uang sejumlah itu badrul memiliki keyakinan bahwa dia mampu untuk membeli dua ekor ikan gurami. bagaimana apabila badrul hanya memiliki uang 35 ribu, yakinkah badrul untuk dapat membeli 2 ekor ikan gurami. jawabannya bisa iya bisa tidak, tapi kebanyakan orang selalu mengukur kemampuannya, apabila dia tidak memiliki kemampuan lebih atau setidaknya sama dengan apa yang ingin diperolehnya, maka orang itu pasti urung melakukannya. namun ingatlah bahwa tidak ada kekuasaan yang melebihi kekuasaan Allah, mintalah kepada Allah maka akan diberikan, bahwasanya Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. ada sebuah kisah yang saya dapatkan dari ustadz Yusuf mansyur, mengenai orang yang sungguh percaya kepada kekuasaan Allah. alkisah ada seorang yang mengirimkan kisah ini melalui surel kepada ustad yusuf, orang ini bercerita dalam surelnya bahwa, setelah dia mendengarkan ceramah ustadz mengenai Tauhid, orang ini langsung mempraktekkannya dengan keyakinan yang maksimal. dia menceritakan bahwa suatu ketika, dia hendak berbelanja ke sebuah supermarket besar, namun dia tidak akan membawa uang atau alat tukar seperti atm atau kartu kredit atau yang lainnya. dia tinggalkan semua itu dirumah, dia hanya membawa sebuah keyakinan bahwa semua yang ada di dunia ini milik Allah dan jika Allah berkenan, dan dia yakin Allah berkenan, karena dia percaya secara utuh kepada Allah dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya. maka berangkatlah dia dengan berbekal keyakinan itu, sesampai di super market, diambillah troli blanjaan, dan berbelanjalah dia, sesuai dengan apa yang dibutuhkannya, setelah semua tercukupi, mengantrilah dia di kasir, dan dia masih yakin bahwa tanpa uang, karena ini milik Allah, dan dia percaya pada Allah akan memberikan apa yang dia butuhkan maka dia tenang dan tetap pada antrian. tanpa di duga dan tanpa di rencanakan, ternyata orang yang berada persis di belakangnya pada saat mengantri adalah muridnya (kebetulan dia adalah seorang guru) yang sudah katakanlah sukses, mereka saling tegur sapa, dan tanpa diminta, dengan sendirinya si murid ini membayar semua belanjaan orang tersebut. Subhanallah, itulah kebesaran kekuasaan Allah, apabila Dia berkehendak tidak ada yang dapat menghalanginya. 
kisah itu hanya lah sebuah ilustrasi, dan bahan instrospeksi diri bagi kita, bahwasanya ketika kita berikrar kita beriman, percaya kepada Allah maka secara otomatis kita harus menjalankan paket “percaya” kepadaNya. kita percaya akan perintah-perintahNya, aturan-aturan yang dibuatNya, dan tentunya percaya bahwa   apapun bisa terjadi atas kehendak Allah. dengan kita percaya dan menjalankan segenap perintah dan aturannya, maka kita pun mendapatkan hak untuk percaya bahwa Allah selalu ada untuk kita, kita hanya memohon, dan selalu berprasangka positif maka apa yang menjadi hajat kita dapat mewujud, meski dalam pandangan manusia kondisinya tidak memungkinkan, tetapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. 
sekali lagi saya hanya manusia biasa yang tidak memiliki ilmu apapun kecuali hanya sangat sedikit, saya hanya ingin memperoleh pemahaman dan ilmu. dan yang pasti saya tidak pernah luput dari kesalahan … .

Logika


Film berjudul Beautifull Mind adalah salah satu fillm fiksi ilmiah yang cukup booming ketika masanya, bahkan masih hingga sekarang. film itu menceritakan seorang ahli matematika jenius yang mendapatkan hadiah nobel atas karyanya, tetapi orang itu dianggap gila, karena diceritakan dalam film itu dia memiliki teman khayalan yang selalu menemaninya sepanjang hidup, dan dia menganggap kalau temannya itu adalah nyata. ini hanyalah sekelumit dari penggambaran begitu dahsatnya kemampuan otak dalam berpikir, terutama dalam penggunaannya dalam logika. logika secara kasar diartiakan sebagai sesuatu yang dapat diterima oleh indra fisik manusia. artinya sesuatu yang dianggap nyata secara fisik. matematika, fisika, biologi, kimia, dan semua ilmu alam lainnya berlandas pada asas ini. meskipun kemudian dalam perkembangan bahasa logika tidak hanya berkenaan dengan hal fisik. segala maca hal yang di luar fisik pun sekarang memiliki “logikanya” sendiri. tapi sejauh apa yang saya alami, logika selalu ingin menjauhkan diri dari segala macam hal yang di luar fisik. ini adalah doktrin para positivis di era modern. kemudian seolah-olah logika tidak bisa berdamai dengan yang di luar logika, dan ini berlaku hingga sekarang. saya sendiri adalah orang yang selalu menggunakan logika saya untuk mencari kebenaran dalam setiap hal, termasuk dalam mencari pengetahuan mengenai hal yang di luar fisik. banyak orang yang mengatakan “tidak semua hal dapat dipikirkan/dibuktikan dengan logika.” 
timbul kesangsian tersendiri dalam diri saya, sebenarnya seberapa jauh manusia diperbolehkan berpikir, seberapa jauh manusia boleh mempertanyakan. dalam agama yang saya anut dan saya percayai mengajarkan bahwa manusia selalu diingatkan oleh Tuhan untuk selalu berpikir. Tuhan memberikan akal sebagai anugerah yang tidak diberikan kepada makhluk lain selain manusia. ketika manusia bertanya untuk mencari kebenaran tentang Tuhan, apa itu salah, sedangkan Tuhan sendiri mengingatkan manusia untuk memikirkan kebenaran Tuhan itu. bukan untuk meragukan kebenaran Tuhan, tetapi justru untuk mengukuhkan bahwa Tuhan adalah kebenaran. jadi kenapa manusia tidak boleh menggunakan logika dalam mengukuhkan kebenaran Tuhan, sedangkan Tuhan sendiri memberikan akal bagi manusia untuk berlogika. 

Percayalah Pada yang Satu


Saya heran sendiri dengan apa yang terjadi di Negeri saya ini. pertikaian, perseteruan, ketidak adilan, selalu menjadi topik utama dalam pemberitaan media massa. ya sesungguhnya tema-tema seperti itu sudah tidak asing lagi, banyak negeri dan bangsa sejak dahulu memang mengalaminya. Kalau begini seolah situasi damai, adil, dan sejahtera hanya sebuah isapan jempol, utopia kalau kata orang-orang pintar. tapi ya sudahlah, saya tidak akan membahas mengenai “konflik” itu sendiri, karena itu sudah merupakan keniscayaan bagi anak manusia. yang membuat saya tidak habis pikir adalah persoalan perbedaan aliran agama, yang selalu menjadi masalah di negeri saya, terutama bagi para kaum muslim. kalau agama lain, memang secara substansi ajarannya berbeda. tapi yang masalah adalah ketika ada perbedaan aliran yang muncul dari satu agama. baru-baru ini masyarakat Madura, yang menganut Islam Syiah dianggap sebagai orang-orang sesat. okelah mungkin sudah banyak yang membahasnya dan mungkin apa yang ingin saya utarakan pun sama sebetulnya, tapi tetap saja saya merasa gatal. persoalan ini tidak baru terjadi di negeri saya ini, kasus-kasus serupa sudah sering muncul seperti kasus ahmadiyah, nabi palsu dll. saya mengerti mungkin orang-orang yang menyatakan apa yang berbeda diluar ajaran Islam yang selama ini diterimanya adalah sesat, adalah bertujuan untuk menjaga ketauhidan dan kemurnian dari ajaran “Islam” di Indonesia. yang saya sayangkan adalah, kenapa mereka begitu keras untuk menutup mata. ajaran Syiah sendiri memang bukan berasal dari akar budaya Indonesia, mungkin kalau ditelisik, akajaran ini lebih tua usianya dibandingkan kepercayaan Islam yang berkembang di Indonesia. masalah perdebatan apakah Syiah itu ajaran Islam yang murni atau tidak, tidak akan saya bahas, karena memang saya tidak punya kompetensi, dan lebih permasalahan itu kurang patut untuk selalu diperdebatkan. persoalan yang menjadi kegundahan hati saya adalah, mengapa masyarakat negeri saya bisa begitu yakin kalau apa yang selama ini diterimanya merupakan benar-benar ajaran yang benar. banyak sebetulnya sebagian masyarakat yang mempraktekkan ritual-ritual yang dipercaya sabagai ajaran Islam. ya, secara esensi memang tujuannya adalah satu yakni mengesakan Tuhan yang satu. tetapi ada beberapa praktek ritual agama yang muncul dari akulturasi dan asimilasi kebudayaan asli nusantara. dari sini Indonesia memiliki karakteristik Islamnya sendiri. artinya apa, ada beberapa hal yang sebetulnya tidak ada dalam ajaran Zaman Nabi, yang kemudian ada di Indonesia, dan itu diterima, dan bagi masyarakat Indonesia sendiri itu tidak menjadi soal. dengan kenyataan seperti itu, kenapa masyarakat Indonesia, sebegitu menutup matanya, dan menganggap ajarannya adalah paling benar, okelah semua penganut ajaran apapun pasti akan mempercayai bahwa ajarannya itu yang paling benar, tetapi menurut saya tuduhan bahwa ajaran lain yang sebetulnya secara esensi dan substansial itu sama dikatakan sesat, ini merupakan sebuah tuduhan yang amat keras, manifestasi dari keangkuhan yang tinggi. dalam ayat suci sendiri sudah dikatakan sebenarnya bahwa “….agamamu agamamu, agamaku agamaku …” 
saya percaya ketauhidan memang harus dipertahankan, tetapi kalau terus berfokus pada perbedaan, urusan masyarakat atau ummat pasti selalu menjadi korban. Astaghfirullah …
fokuslah pada yang Satu, Percayalah hanya pada yang Satu yaitu ALLAH

Ketenangan Jiwa

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu takut dengan Tuhannya. Semua tindakannya berdasar pada rasa patuhnya kepada Tuhannya. Tidak ada yang dia takuti kecuali murka Tuhannya. Kalau sebelumnya saya katakan bahwa “lakukan sesuai dengan apa kata hati” ya ikutilah kata hati, karena hati tidak pernah bebohong. Dan sesungguhnya hati orang-orang yang dekat dengan Tuhannya, akan selalu berada pada tuntunanNya, perlindungan dan ArahanNya. Jadi bisa dikatakan hati orang-orang yang dekat dengan Tuhannya nyaris tidak membuat kesalahan. Maka mengikuti kata hati adalah mengikuti suara Ilahiah. Jangan pernah takut, jika memang benar. Apabila melakukan kesalahan, bertobtlah dengan sesungguh-sungguhnya karana Allah selalu membuka pintu maafNya. Semua kasih dan rahmatNya beserta orang-orang yang selalu dekat dan berprasangka baik kepadaNya.

Just Do It

Setiap aturan yang dibuat di dunia ini, termasuk yang diciptakan oleh Tuhan ditujukan untuk setiap makhluk hidup yang ada di dalamnya, terkhusus untuk para manusia, yang dikodratkan memiliki kemampuan diatas makhluk lain, dan yang memiliki kehendak yang begitu luas. manusia dapat bertindak, dan berkelakuan sesuai dengan apa yang dipikirkannya, dengan dasar alasan apapun. aturan-aturan yang ada mencoba untuk mensinergikan (kalau tidak dibilang mengendalikan) semua kehendak manusia atas dirinya maupun orang lain. tetapi pada dasarnya manusia masih memiliki kebebasan untuk memilih, dan siap untuk konsekuensi atas pilihan yang diambilnya. manusia berakal memiliki tanggung jawab dan integritas atas pilihan-pilihannya. orang lain hanyalah pemeran pembantu dalam kehidupan seseorang, yang menjadi tokoh utama adalah pribadi diri sendiri. so do . . what your heart saying to do. you know the concequences. don’t be afraid.