Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2012

The Hobbit : An Unexpected Journey, ulasan singkat

The Hobbit : An Unexpected Journey merupakan film seri pertama dalam rangkain film berseri The Hobbit yang baru saja dirilis pada bulan Desember 2012 ini. Dua seri film berikutnya berturut-turut akan tayang di bioskop pada tahun 2013 dan 2014 yaitu The Hobbit : The Desolation of Smaug dan The Hobbit : There and Back Again. Film ini diangkat dari novel karya J.R.R. Tolkien, penulis yang sama yang menulis novel The Lord of The Rings, dan memang kedua novel serial ini memiliki cerita yang saling berkait. Sama seperti pendahulunya The Lord of The Rings, kisah The Hobbit merupakan kisah petualangan fantasi yang mengambil setting tempat bernama Middle Earth, tempat dimana hidup makhluk-makhluk fantasi yang menakjubkan mulai dari manusia biasa, kurcaci (dwarf), peri (elf), Orc, Hobbit dan makhluk ajaib lainya. 

apabila The Lord of The Rings berkisah mengenai  misi epik penghancuran sebuah cincin, dalam film The Hobbit juga ada unsur ekspedisi sebuah misi epik, yaitu membantu para kurcaci untuk mendapatkan kembali tanah tempat tinggal mereka yang telah dirampas oleh Seekor naga Smaug. Kisah petualangan berawal 60 tahun sebelum masa The Lord of Rings, di Shire tempat tinggal para Hobbit, Bilbo Baggins seorang Hobbit kedatangan tamu yang tidak terduga, yaitu Gandalf sang penyihir abu-abu. Gandalf datang kepada Bilbo untuk ikut serta dalam sebuah petualangan, yang Bilbo sendiri belum tahu perjalanan petualangan seperti apa yang ditawarkan kepadanya. Bilbo sendiri merupakan seorang Hobbit yang selama hidupnya tidak pernah keluar dari Shire, yang selalu hidup dalam kenyamanan di tanah kelahirannya, maka dia menganggap tawaran Gandalf hanyalah bualan belaka, dia pun menyuruh Gandalf untuk pergi. Tidak berselang lama setelah Gandalf pergi dari rumah Bilbo, datanglah sekelompok dwarf yang mengatakan bahwa ada sebuah pertemuan dirumahnya. Bilbo yang tidak merasa mengundang para dwarf dan pada dasarnya memang tidak mengetahui apa-apa, pun menjadi kebingungan. Di saat-saat kebingungannya itulah Gandalf muncul kembali, dan menjelaskan bahwa dirinya (Bilbo Baggins) terpilih sebagai apa yang disebut dengan smuggler, yang akan membantu para dwarf yang dipimpin oleh raja bangsa dwarf, Thorin Oakenshield untuk mengambil tanah kelahiran mereka Erebor di Lonely Mountain. Tugas Bilbo Baggins sebagai Smuggler adalah untuk menemukan pintu masuk ke Erebor yang ada di celah pegunungan Lonely Mountain, seeorang Hobbit dipilih untuk membantu ekspedisi ini karena mereka bergerak sangat gesit dan pandai menyamar, terlebih naga smaug tidak mengenali aroma para Hobbit, sehingga diharapkan Hobbit akan mudah untuk menyelinap. Bilbo tidak begitu saja menerima tugas itu, pada awalnya dia menolak untuk turut serta, dia merasa kurang mampu untuk mengemban tugas yang berat dan penuh resiko itu, mengingat pula bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman petualangan apapun. Namun dengan bujukan Gandalf, dan pertimbangan yang panjang, akhirnya Bilbo pun setuju untuk ikut dalam ekspedisi, dan petualangan pun dimulai. 

Perjalanan ekspedisi ini penuh dengan rintangan, mulai dari harus menjalani medan yang berat -- melintasi pegunungan dan hutan lebat -- juga aksi melawan para Orcs yang memburu mereka serta aksi mereka melawan para goblin, yang tak kalah seru dan menegangkan adalah ketika para robongan harus berada di tengah perkelahian para raksasa batu disaat badai. Dalam seri ini juga dikisahkan petemuan Bilbo Baggins dengan Gollum, dan bagaimana asal muasal Bilbo Baggins mendapatkan sebuah cincin bertuah, yang kisahnya di ceritakan kemudian dalam The Lords of The Rings. dalam seri An Unexpected Journey penonton akan disajikan aksi petualangan yang menegangkan dan penuh dengan aksi-aksi epik. Tak kalah menakjubkan juga adalah sajian pemandangan-pemandangan menakjubkan dari jajaran pegununungan yang tinggi menjulang dan tentu saja pemandangan lembah Rivendell tempat tinggal para Elf, penonton akan benar-benar dibawa ke suatu tempat yang penuh dengan fantasi dan hal-hal menakjubkan. aksi petualangan epik ini, didukung oleh olahan animasi yang apik, teknik tata rias dan kostum yang menakjubkan serta oleh musik yang mengagumkan, semua dalam satu paket. oke . . oke mungkin saya terlalu berlebihan dalam menilai film ini. Baik, memang ada sedikit kritik mengenai film ini, film berdurasi cukup panjang, kurang lebih 3 jam, waktu yang cukup panjang ini pada pertengahan film memunculkan efek membosankan, dimana ceritanya terasa datar. Bahkan banyak pula penonton yang rela meninggalkan tempatnya diwaktu-waktu tertentu untuk ke toilet, di waktu dimana dirasa scene itu tidak terlalu penting untuk diikuti, hal ini tidak akan terjadi pada film yang memang benar-benar menyajikan berbagai kejutan di setiap scene-nya. Terlepas dari itu semua, film ini masuk dalam rekomendasi film yang layak untuk ditonton. dalam range nilai 1-10 saya memberi nilai film ini 8. 

Kamis, 13 Desember 2012

5 Cm the Movie

"Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening kamu... jangan menempel. biarkan..." "... menggantung 5 centimeter ..." "... jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu"

".... kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja." " dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya" " serta mulut yang akan selalu berdoa"

Kalimat dan dialog-dialog tersebut saya kutip langsung dari novel "5 cm." yang ditulis oleh Donny Dirgantoro, yang telah diangkat menjadi film dengan judul yang sama, disutradarai oleh sutradara muda Indonesia berbakat, Rizal Mantovani. Film ini berkisah tentang 5 sahabat, Zafran (Herjunot Ali), Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Riani (Raline Shah), Ian (Igor Saykoji), serta ada satu tokoh diluar 5 sahabat ini yaitu Arinda atau Adinda (Pevita Pearce) adik dari Arial, yang telah menjalin persahabatan mereka selama belasan tahun, semenjak mereka masih mengenakan seragam putih abu-abu. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, hingga suatu ketika mereka merasa jenuh dengan hubungan persahabatan mereka. mereka pun memutuskan untuk tidak saling berhubungan terlebih dahulu sampai waktu yang ditentukan. selama jangka waktu mereka menjalani kehidupan masing-masing, kelima sahabat ini menemukan hal-hal atau pelajaran yang membuat mereka menjadi lebih baik. Mereka pun bertemu kembali untuk melakukan sebuah petualangan yang tidak akan pernah mereka lupakan selama hidup mereka.

Novel sekaligus film ini merupakan sebuah kisah persahabatan, percintaan, petualangan dan pelajaran mengenai kehidupan. Kita akan belajar banyak akan makna dari persahabatan yang lebih dari sekedar hubungan pertemanan, bagaimana kita menerima sahabat kita seutuhnya, kebaikannya dan tentu keburukannya, dimana kita akan selalu mendukung apapun keadaan dan apapun yang terjadi pada sahabat kita. Kita juga akan belajar mengenai makna cinta yang tidak selalu memiliki, arti dari ketulusan cinta dan kelapangan hati, ini lah tema yang menjadi sentral dalam film "5 cm". Kemudian petualangan menjelajahi alam gunung Semeru, selain kita akan di suguhi oleh pengalaman sinematis menakjubkan, yakni penampakan alam hutan-hutan semeru, Ranu Kumbolo, dan keindahan dari puncak Mahameru sendiri yang begitu indah, dari segmen ini kita juga dapat belajar mengenai keteguhan tekad dan perjuangan kita dalam menggapai suatu tujuan, suatu mimpi yang ingin kita wujudkan. Sebenarnya dalam novel kita juga akan mendapat pesan-pesan kemanusian dan moral yang dapat kita pelajari, namun dalam film, tema ini tidak terlalu diangkat, mungkin ini memang salah satu strategi sutradara untuk memberikan distingsi antara tema novel dan film, meskipun filmnya juga masih dalam satu alur dalam novel. 

Akting para aktor dan aktris, penggarapan gambar serta latar belakang musik yang diisi oleh grup band Nidji, telah berhasil membawa para penonton larut dalam alur cerita dan gambar yang disajikan. Gelak tawa kerap terdengar dari penonton, tak sedikit pula penonton yang terbawa emosi hingga meneteskan air mata harunya. animo penonton terhadapap film ini pun sangat baik, pada penayangan perdana kemarin pada tanggal 12 Desember 2012 di salah satu bioskop di kota Depok, tiket di semua jam penayangan terjual habis. Film ini memang telah banyak dinantikan oleh para pembaca novel 5 cm sejak lama, novelnya sendiri pertama terbit pada tahun 2005, maka wajar saja apabila sudah banyak para pembaca yang ingin menyaksikan film ini. 

Selain komentar positif dari para penikmat film ini, kritik selalu saja ada sebagai konsekuensi dari film yang diangkat dari cerita novel. Selalu ada komentar bahwa apa yang disajikan dalam film kurang sesuai dengan yang ada dalam novel, perbandingan seperti ini memang tidak bisa terelakkan. tidak sedikit memang yang merasa kurang puas dengan adanya perbedaan antara novel dengan filmnya. Tetapi dalam melihat kondisi seperti ini, saya selalu berkomentar bahwa, karya sastra novel memang berbeda dengan karya sinema. karya novel memiliki standar penilaiannya sendiri sebagai karya sastra, begitu pula dengan karya sinematis juga memiliki standar penilaiannya sendiri, maka lebih bijak apabila kita melihat kedua karya tersebut dalam kacamata masing-masing bidang karya tersebut. Sehingga kita dapat menikmati novel tersebut sebagai karya sastra, dan menikmati film tersebut ya sebagai sebuah karya sinematis. perbandingan kurang tepat dilakukan karena kondisinya memang tidak "aple to aple", baiknya karya sastra yang dibandingkan dengan sesama karya sastra, karya sinematis ya bandingkanlah dengan sesama karya sinematis. namun terlepas dari permasalahan itu, saya sendiri menilai esensi dari novel 5 cm ini masih dapat dirasakan dalam filmnya. Saya sangat mengapresiasi film ini, film ini sangat layak ditonton dan saya rasa film ini merupakan salah satu film terbaik di penghujung tahun 2012. 






Selasa, 29 Mei 2012

Men In Black 3 (Time Travel)




Men In Black merupakan film science fiction yang berceritakan mengenai  sebuah agen rahasia di Amerika yang menangani permasalahan hubungan antar galaksi dan alien yang ada di jagat raya. Institusi ini merupakan pengontrol dan pembuat regulasi mengenai hubungan antara galaksi, ya semacam badan imigrasi antar galaksi. Para agennya berpakaian setelahn hitam dan sangat menjaga identitasnya, bahkan keberadaan mereka dianggap tidak eksis, oleh karena itu disebut dengan men in black. Baru-baru ini dirilis sequel film men in black yang ketiga, film ketiga ini juga terdapat versi 3D nya, yang menyajikan sebuah pengalaman menonton film terasa lebih nyata. Sequel film ketiga ini masih dibintangi oleh aktor berbakat Will Smith yang berperan sebagai agen J, dan  aktor senior Tommy Lee Jones yang berperan sebagai agen K. Pada sequel film ketiga ini bercerita mengenai kaburnya seorang penjahat alien yang dijuluki Boris the animal (Boris si buas ) dari penjara yang terdapat di bulan. Boris the Animal merupakan alien yan berasal dari planet Blogodite, alien-alien yang berasal dari planet ini terkenal dengan sifatnya yang kejam dan sering menghancurkan planet-planet di berbagai galaksi. Boris  tertangkap 1969 oleh Agen K ketika berusaha ingin menguasai dan menghancurkan bumi, 40 tahun kemudian Boris berhasil kabur dari penjaranya, selain ingin melanjutkan misinya Boris juga ingin melakukan balas dendam kepada Agen K, karena telah menangkapnya dan menghilangkan satu lengan si Boris ketika mereka terlibat dalam perseteruan penangkapan.
Terdapat hal yang baru dalam kisah sequel Men in Black 3 ini dibandingkan sequel-sequel sebelumnya dalam Men in Black dan Men in Black 2 dari sisi tema cerita. Pada sequel-sequel sebelumnya kisahnya tidak jauh berbeda, yakni kisah mengenai seorang alien yang datang ke bumi mengejar sesuatu dan bertujuan untuk dapat menguasai baik suatu planet maupun jagat raya. Dalam sequel ketiga terdapat tema cerita yang sama pula, tentang seorang alien yang ingin mendapatkan sesuatu kemudian menggunakannya untuk menghancurkan planet Bumi. Hal yang baru adalah dalam film ketiganya ini dimasukkan tema cerita perjalanan waktu, yaitu ketika Boris the Animal menggunakan sebuah alat perjalanan waktu dan kembali ke tahun 1969 ketika dia berusaha menghancurkan Bumi dan berhadapan dengan agen K. Boris the Animal berencana untuk bekerja sama dengan Boris the Animal yang ada pada tahun itu untuk menjalankan misi utamanya dan untuk membunuh agen K. Rencanannya sempat berhasil karena sejarah pada masa kini berubah, dan ini dirasakan oleh rekan agen K pada masa sekarang, agen J. Pada masa sekarang agen K sudah meninggal 40 tahun lalu, padahal malam sebelumnya (sebelum sejarah berubah) agen J bercakap-cakap dengan agen K melalui telepon. Ketika keesokan harinya agen J ingin menemui agen K dirumahnya, ternyata rumah agen K ditinggali oleh keluarga asing yang tidak dikenalnya. Ketika agen J mencarinya di kantor MIB pun tidak ada yang kenal dengan agen K. Dari pimpinan baru MIB, agen O, akhirnya terungkap bahwa agen K sudah meninggal 40 tahun lalu, dan pada realitas yang sekarang tidak ada yang pernah bertemu dengan agen K selain kerabat-kerabat seangkatannya. Kematian agen K pada tahun 1969 membawa akibat yang cukup serius bagi Bumi 40 tahun kemudian. Boris the Animal pada tahun 1969 berhasil membunuh agen K dan berhasil mencegah agen K untuk memasang sebuah “perisai” pada atmosfir Bumi, bangsa Boglodite pun tidak punah serperti yang seharusnya. Hal ini membuat bangsa Boglodite akan menyerang Bumi, Bumi pun diambang kehancuran. Agen J satu-satunya orang yang dalam posisi mengerti “apa” yang sedang terjadi akhirnya ditugaskan untuk mencegah Boris the Animal untuk membunuh agen K pada tahun 1969 dan mencegah kehancuran Bumi. Agen J pun menggunakan alat perjalanan waktu yang sama yang digunakan Boris the Animal untuk kembali ke masa 40 tahun yang lalu. Film ini dipenuhi dengan aksi dan unjuk teknologi tingkat tinggi baik yang ada di masa sekarang atau masa di tahun 1969 dan tentunya dibumbui dengan tingkah-tingkah jenaka  Will Smith seperti film-film sebelumnya yang berhasil mengocok perut penonton.
Tema mengenai perjalanan waktu selalu menarik untuk diangkat ke dalam sebuah cerita film. Beberapa film sudah banyak yang mengangkat tema cerita seperti ini, sebut saja seperti, Time Machine, Sequel Back to the Future, Timeline bahkan sebuah anime Jepang era akhir tahun 70an (yang sampai sekarang masih disukai baik oleh penonton anak-anak maupun dewasa) yang cukup juga mengangkat tema cerita perjalanan waktu yaitu Doraemon. Meskipun cerita perjalanan waktu hanyalah sebuah kisah sains fiksi namun sampai sekarang masih banyak yang memperdebatkan mengenai konsep perjalanan waktu, baik orang awam, penikmat film, atau bahkan para ilmuwan fisika, karena tema perjalanan waktu ini muncul dari teori-teori fisika yang berkembang, seperti teori  relativitas dan loncatan kuantum (ya saya memang tidak terlalu paham dengan konsep-konsep tersebut). Ada salah satu konsep dalam perjalanan waktu yang manarik bagi saya yaitu konsep mengenai Time Paradox (Paradoks Waktu).
Time paradox merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya perjalanan waktu. Ada banyak ide yang menjelaskan mengenai time paradox ini. Dalam film Back the Future Dr. Emmett Brown menjelaskan bahwa, apabila kita melakukan perjalanan ke masa lampau dan merubah seuatu maka dapat tercipta sejarah baru, namun eksistensi sejarah dan waktu kita pun masih ada, sehingga terciptalah sejarah pararel.
Besarnya perubahan yang terjadi tergantung dari besarnya pengaruh yang diberikan, contohnya apabila kita kembali ke masa lampau kemudian membunuh calon ayah kita maka eksistensi  kita dalam sejarah baru ini sesungguhnya tidak ada. Contoh lain ada dalam kisah terakhir (bukan cerita official) yang kabarnya dibuat oleh salah seorang penggemar anime Doraemon. Diceritakan  dalam kisah itu bahwa Doraemon mati karena kehabisan sumber energinya. Kematian Doraemon memicu Nobita untuk menjadi seorang ilmuwan, dan berusaha untuk mengetahui bagaimana caranya menghidupkan Doraemon kembali, karena seperti kita tahu Doraemon adalah robot yang berbentuk kucing yang berasal dari abad ke 22 yang dikirim oleh cucu Nobita, yang bertujuan untuk membantuk kakeknya agar tidak menjadi orang bodoh seperti realitas yang dihidupi oleh si cucu. Kemudian dalam beberapa dialog muncul konsep paradoks waktu yang dikemukakan oleh teman Nobita Dekisugi. Dia mempertanyakan mengenai kapan akan datangnya masa dimana Doraemon berasal, padahal di sisi lain Doraemon ada dalam realitas baru yang berbeda dari realitas darimana sebenarnya asal Doraemon.
Konsep paradoks waktu ini tampaknya tidak terlihat dalam film MIB 3, ada perubahan sejarah namun tidak menciptakan sejarah pararel. Hal ini disebabkan Agen J masih dapat mempertahankan realitas sebelumnya, dan bahkan pada sejarah realitas yang baru realitas lamanya masih dapat bertahan. Ini mungkin bukan sesuatu yang baru, tapi bagi saya ini adalah sesuatu yang baru, dan saya masih belum memperoleh penjelasan bagaimana hal itu bisa dilakukan, atau kemungkinan lain pemahaman saya yang sangat sedikit mengenai hal ini, dan saya yakin kemungkinan yang terakhirlah yang paling kuat. 

Selasa, 08 Mei 2012

Modus Anomali




Modus Anomali merupakan salah satu karya sinema yang dihasilkan dari sutradara berbakat Joko Anwar. Bintang utama film ini adalah Rio Dewanto, seorang aktor yang telah banyak membintangi sejumlah judul film layar lebar dan film televisi. beberapa tokoh dalam film ini juga diperankan oleh aktor dan aktris Indonesia yang juga telah banyak malang melintang di dunia layar perak seperti Surya Saputra dan Marsha Timothy. 
“Film Modus Anomali ini mengisahkan tentang keluarga yang sedang berlibur di tengah hutan, dimana mereka tinggal disebuah pondok rumah. suatu ketika di tengah keasyikan waktu liburan mereka, mereka kedatangan seorang tamu yang tidak diundang. tamu ini telah membawa teror bagi keluarga tersebut.” <—- ini merupakan petikan gambaran sinopsis yang banyak beredar di media dalam menceritakan kisah film tersebut. 
Sebelum saya mengulas apa yang menjadi perhatian saya dalam film ini, saya akan memberikan deskripsi terlebih dahulu mengenai kata anomali. istilah atau kata anomali banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti kita sering mendengar istilah anomali air dalam bidang sains fisika, atau anomali cuaca dalam bidang geofisika dan berbagai bidang lainnya. anomali sendiri merupakan gambaran dari sebuah kondisi yang janggal atau aneh, setidaknya makna itu yang ada dalam kamus. atau ada literatur yang mendefinisikan anomali sebagai pertemuan kondisi ketaknormalan dan penyimpangan. saya sendiri lebih nyaman memaknai anomali sebagai kondisi “abu-abu”, kondisi dimana apa yang nampak di permukaan merupakan hasil dari penjalinan apa yang tak nampak dipermukaan, dan itu diterima sebagai realitas yang ganjil. 
Plot cerita yang disajikan dalam film Modus Anomali ini sebetulnya cukup sederhana, bahkan banyak penonton yang berkomentar bahwa film ini membosankan, karena memang dinamika filmnya tidak terlalu tajam cenderung monoton. dimana tokoh utama terus berlarian dan berusaha untuk bertahan hidup. sepanjang pemutaran film, fokus utamanya adalah pergerakan tokoh itu sendiri, bisa dikatakan film ini minim dialog.
apa yang menjadi fokus perhatian saya adalah film ini tidak hanya menyajikan kondisi anomali dalam cerita yang nampak secara gamblang, tetapi juga kondisi anomali dalam ranah yang tersirat, yang dapat dirasakan setelah kita menonton film tersebut, atau saya mengistilahkan after taste anomaly. dari awal cerita sutradara mengarahkan penonton untuk mengikuti alur sudut pandang tokoh utama. kita diarahkan ke dalam sebuah plot cerita mengenai sebuah keluarga yang dikejar dan akan dibantai oleh seorang sosok misterius yang ada di luar lingkaran keluarga tersebut. pola cerita seperti ini sering digunakan dalam film-film bergenre thriller sebut saja seperti film I Know What You Did Last Summer atau Scream. penonton diarahkan untuk menjawab sebuah teka-teki mengenai siapa tokoh misterius tersebut. dalam film thriller yang umum, pelaku kejahatan adalah orang dari kelompok lingkar dalam sendiri atau benar-benar di luar lingkar dalam kekerabatan para korban. semua karakter yang ada dalam umumnya film thriller dibuat menjadi abu-abu, yang mana semua memiliki kemungkinan untuk menjadi pelaku kejahatan. atau menampakkan sosok pelaku kejahatan tersebut yang secara otomatis menunjukkan bahwa dia bukan salah satu dari korban.
yang menarik dalam film Modus Anomali ini, dan bisa saya katakan disinilah letak anomalinya, adalah penonton tidak diberi klu, atau bahkan secara sengaja diarahkan untuk berpikir pada satu asumsi saja yang terlihat sudah pasti tapi ternyata faktanya tidak demikian. penonton baru akan menyadarinya setelah sampai pada akhir cerita dan sebenarnya akhir ceritanya hanya sebagai tambahan penjelas saja.
sejak awal penonton diarahkan untuk berpikir bahwa Rio Dewanto adalah korban bersama keluarganya, dimana istrinya dibunuh dan kedua anaknya terpisah dari dirinya, dan mereka sedang dikejar-kejar oleh sosok misterius yang akan membinasakan mereka semua. digambarkan dalam film tersebut Rio Dewanto terus berusaha untuk hidup dan mencari anak-anaknya serta berusaha untuk melawan sosok misterius yang mengejar mereka. di tempat yang lain, ada dua sosok anak yang sedang bertahan hidup pula dan mencari ayahnya. nah apabila kita melihat dalam sudut pandang yang seperti ini seolah-olah antara apa yang dilakukan Rio Dewanto sejalan dengan kedua anak ini, bahwa mereka sedang saling mencari, bahwa mereka adalah satu keluarga. namun ada informasi yang dihilangkan dan sengaja diletakkan pada akhir cerita supaya penonton tetap terarahkan pada cerita bahwa mereka adalah satu keluarga yang sedang dikejar sosok misterius dan akan muncul komentar-komentar penonton saat berlangsungnya film, yang seharusnya komentar itu tidak perlu terlontar.
pada kenyataannya satu relitas yang nampak ini terbangun dari dua realitas yang berbeda, dan ini baru akan diketahui setelah diakhir cerita, itu pun tidak secara eksplisit. realitas pertama adalah bahwa hilangnya ingatan Rio Dewanto adalah pengaruh dari suatu obat yang digunakannya, dan semua yang dilakukannya tanpa kesadaran itu murupakan dari bagian permainan pikiran yang sedang dimainkannya dengan suatu perencanaan yang matang. realitas yang kedua adalah kedua anak tersebut memang sedang mencari ayahnya, tetapi bukan Rio Dewantolah Ayah mereka. informasi mengenai dua realitas ini sengaja di hilangkan, bertujuan justru untuk membangun sebuah realitas baru yang merupakan asumsi yang biasa dipikirkan orang ketika menonton film bergenre thriller, tetapi ternyata asumsi itu menyesatkan.  
pola seperti ini sangat jarang ditemukan dalam film bergenre thriller bahkan saya sendiri tidak menemukan pola yang sama dalam film-film yang pernah saya tonton (ya saya memang belum terlalu banyak menonton film). saya  mengapresiasi ide film ini karena masih sedikit yang mampu membuatnya. maju terus perfilman Indonesia